skip to Main Content

UAI dan BAWASLU mengadakan Seminar yang Bertajuk “Pemilih Jaman Now: Mencari Pemimpin Berintegritas Tanpa Politik Uang”

  • UAI

Dengan memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, tepatnya, pada hari Jumat, tanggal 13 April 2018,  akan diselenggarakan Penandatangan  Nota Kesepahaman (MOU) antara Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (BAWASLU) dengan Universitas  Al Azhar Indonesia (UAI). Kerjasama ini diawali dengan mempersembahkan Seminar “Pemilih Jaman Now: Mencari Pemimpin Berintegritas Tanpa Politik Uang”, di Auditorium Arifin Panigoro, UAI. Seminar ini menghadirkan pembicara Bapak Rahmat Bagja, SH., L.L. (Anggota BAWASLU & Dosen FH UAI) dan Bapak Dr. Suparji, SH., MH. (Ka. Prodi Pasca Sarjana Ilmu Hukum UAI).

Seminar ini dilatarbelakangi adanya keniscayaan penyelenggaraan  pesta demokrasi di Indonesia  secara JUJUR, RAHASIA dan ADIL,  dengan mengedepankan etika dan hukum sebagai landasan  pengelolaannya. Dengan mempertimbangkan  pemilih Jaman Now sebagai  hak potensial pemberi suara yang jumlahnya sangat fantastik, ditambah penyeberan pemilih dengan tingkat medan – topografi wilayah yang sangat variatif serta berbagai permasalahan yang melingkupinya  menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi  Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan BAWASLU.

Berbagai tantangan itu menguji bangsa Indonesia agar dapat berkoordinasi dan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan sedini mungkin, dengan tingkat antisipasi yang terukur dan akurat, agar setiap masalah yang muncul dapat diantisipasi dengan baik. Penyiapan regulasi, sumber daya, dan modal sosial  termasuk political will pemerintah dan DPR menjadi dinamika yang senantiasa dinamis. Untuk itu dibutuhkan  strategi yang dijalankan kedepan khususnya para penyelenggara dan pengawas harus semakin cerdas, efektif dan kolaboratif

Dalam hitungan hari, Bangsa Indonesia kembali akan menyongsong PILKADA serentak gelombang ke III tahun 2018.  Pesta demokrasi terbesar ketiga ini merupakan pagelaran yang cukup menarik perhatian banyak pihak,  baik politisi maupun  berbagai lapisan masyarakat yang menggantungkan banyak harapan akan lahirnya PEMIMPIN YANG BERINTEGRITAS.  Setidaknya ada 171 daerah, terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten dan  prosesi persiapan menuju PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF dan EKSEKUTIF  tahun 2019.

Sementara generasi muda sebagai bagian dari Jaman Now yang dapat membawa perubahan, memiliki pola pikir yang kritis, dan visioner terhadap berbagai hal perlu  terlibat dalam proses pengawasan partisipatif.. Dengan adanya kiprah generasi milenial untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu, paling tidak mereka berani menjadi  pejuang demokrasi dengan mencegah pelanggaran sekaligus berani menolak aksi politik uang. Mengingat mereka merupakan pemilik masa depan Indonesia yang gemilang.




 

Back To Top